Hallo, H💓

Terima kasih.

Terima kasih ya, sudah bertahan sejauh ini, meskipun pada akhirnya kamu memilih untuk menyerah.

Terima kasih juga karena pernah menjadi salah satu bagian kebahagiaan dalam hidupku.

Sudah lama sekali aku tidak menulis di blog ini. Aku pikir kamu akan menjadi bagian dari cerita yang berakhir bahagia—aku membayangkan akan menulis tentang bagaimana kamu memperjuangkan aku.

Ternyata aku salah.

Hari ini, di pagi yang tenang ini...

Entah kenapa rasanya justru jadi ikhlas, ya.

Rasanya seperti… mungkin memang harus begini.

Aku hanya berharap suatu hari nanti kamu sadar, bahwa apa yang sudah kamu putuskan mungkin bukanlah keputusan yang benar.

Aku tidak tahu... apakah masih ada sedikit saja rasa yang tersisa di hatimu? Apakah tiga tahun ini tidak berarti apa-apa? Apakah semua kenangan dan perasaan yang pernah ada sudah kamu tutup rapat karena keraguan, kebingungan, atau tekanan?

Aku mencintaimu.
Ternyata benar, melepaskan seseorang karena keadaan itu memang nyata adanya.

Jujur, sekarang aku sedang belajar untuk lebih mencintai diriku sendiri.
Tapi aku juga jadi lebih mudah merasa tidak cukup.
Apa aku memang tidak se-worth it itu untuk diperjuangkan?

Salahku apa?
Apa aku kurang baik?

Sedih ya rasanya...

Bulan di mana aku seharusnya merasa layak untuk hidup dan bahagia, justru menjadi bulan di mana aku merasa paling patah.
Di bulan kelahiranku sendiri.

Orang yang paling aku sayang, yang paling aku percaya untuk tidak menyakitiku sedalam ini—justru pergi.
Mungkin kamu akan bilang kamu tidak bermaksud melukai aku,
tapi bukankah apapun bentuk perpisahannya… tetap terasa sakit?

Terutama ketika alasannya adalah…
kamu tidak punya kekuatan untuk bertahan,
atau kamu bingung untuk berjuang.

Aku tahu kamu mungkin tidak akan pernah tahu atau bahkan mencari tahu tentang blog ini.
Tapi setidaknya, kamu pernah menjadi bagian dari kisahku di sini.
Bagian yang akan selalu aku kenang—dengan segala rasa yang pernah aku punya.

Maaf...

Maaf kalau selama ini aku tidak cukup untuk kamu.
Maaf untuk semua hal yang pernah terjadi,
karena bagaimanapun pasti aku punya salah.
Entah aku pernah menyakitimu, dengan sengaja atau tanpa sadar.

Baik-baik ya… di perjalanan hidupmu yang selanjutnya.
Semoga nanti akan ada wanita yang jauh lebih baik,
yang bisa kamu perjuangkan tanpa ragu.

Tapi satu hal yang harus kamu tahu:
Aku tetap pemenang.
Karena kamu tidak akan pernah menemukan perempuan
yang mencintaimu sehebat aku mencintaimu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berharap